Latar Belakang :
Dalam memasuki perkembangan teknologi informasi yang semakin
maju, mulai minimnya budaya , budi pekerti,sopan santun, tata krama yang
merupakan budaya leluhur bangsa sudah mulai luntur di miliki peserta
didik.Tidak terpeliharanya Budaya sopan santun ini dapat berdampak negative
terhadap budaya bangsa Indonesia yang di kenal sebagai bangsa yang menjunjung
tinggi nilai-nilai moral dan kehidupan yang beradab
Sebagai CGP terpanggil untuk melakukan pendekatan yang
dapat di gunakan dalam meningkatkan karakter peserta didik adalah melalui
budaya sekolah yang merupakan pembiasaan yang terdapat di sekolah. Sehingga
peserta didik akan terbiasa melakukan hal positif yang akan berdampak
pembentukan karakter sopan santun murid.
Tujuan :
1. Menumbuhkan karakter budaya positif seperti berdoa sebelum melakukan kegiatan belajar, sopan santun kepada murid.
2. Membiasakan murid agar terbiasa dengan karakter budaya positif bersikap sopan santun kepada teman,guru dan orang tua.
3. Membiasakan anak untuk selalu bersikap sopan santun dalam setiap perbuatan
Tolak ukur :
1. murid mampu berdoa sebelum kegiatan belajar dimulai.
2. Murid mampu mengucapkan dan memberi salam kepada guru dan
teman-teman saat tiba dan kembali di sekolah.
3. Murid mampu mengucapkan kata-kata yang sopan dan melakukannya
misalnya minta maaf saat melakukan kesalahan.
4. Murid mampu menghormati siapa saja yang ada di lingkungan
sekolah atau di lingkungan luar sekolah (masyarakat).
Linimasa Tindakan Nyata yang akan dilakukan :
1.
Mengadakan diskusi Lewat dewan
guru meminta kerja sama rekan guru untuk membantu murid kelas 6 secara
khusus dan seluruh murid secara umum dalam menumbuhkan karakter budaya positif
seperti sopan santun.
2.
Setiap hari Senin ibadah
bersama dari kelas 1 sampai kelas 6 menilai perilaku murid.
3.
Setiap memulaikan kegiatan
pembelajaran diawali dengan berdoa.
4.
Sebelum pembelajaran di mulai
guru mengingatkan tata cara perilaku sopan santun yang benar terhadap murid
melalui pengalaman dan contoh perilaku yang baik.
5.
Guru menjadi teladan dengan memberikan contoh
secara langsung dalam aktivitas dan kegiatan di sekolah sebagai manusia yang
berperilaku sopan santun.
6.
Memberikan bimbingan,arahan dan
konseling kepada murid secara berkesinambungan.
7.
Berkolaborasi dengan orang tua
agar orang tua memberi teladan yang baik di rumah sehingga murid dapat
berperilaku sopan dan santun baik di sekolah maupun di rumah.
Dukungan yang dibutuhkan :
1. Kepala sekolah (sebagai penentu kebijakan agar pembiasaan
karakter sopan santun dapat terwujdukan)
2. Rekan Guru dan Warga sekolah (sebagai teladan ketika anak berada
di lingkungan sekolah maka diharapkan Rekan Guru dan warga sekolah untuk saling
bekerja sama dan saling mengingatkan jika lalai dalam berbuat sopan santun.
3. Orang tua (pembiasaan sopan santun pada anak dalam lingkungan
keluarga yang di lakukan orang tua siswa).
4. Masyarakat (lingkungan menjadi faktor utama dalam membentuk
karakter anak, maka dibutuhkan lingkungan yang positif agar anak dapat
terpengaruh untuk menjadi lebih baik)