Selasa, 16 Februari 2021

Menumbuhkan Budaya Positif Bagi Siswa Kelas VI (Secara Khusus) Dan Seluruh Siswa (Secara Umum) di SD GMIM Kaweng

 

Latar Belakang :

Dalam memasuki perkembangan teknologi informasi yang semakin maju, mulai minimnya  budaya , budi pekerti,sopan santun, tata krama yang merupakan budaya leluhur bangsa sudah mulai luntur di miliki peserta didik.Tidak terpeliharanya Budaya sopan santun ini dapat berdampak negative terhadap budaya bangsa Indonesia yang di kenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan kehidupan yang beradab

Sebagai CGP  terpanggil untuk melakukan pendekatan yang dapat di gunakan dalam meningkatkan karakter peserta didik adalah melalui budaya sekolah yang merupakan pembiasaan yang terdapat di sekolah. Sehingga peserta didik akan terbiasa melakukan hal positif yang akan berdampak pembentukan karakter sopan santun murid.

 

 Tujuan :

1.            Menumbuhkan karakter budaya positif seperti berdoa sebelum melakukan kegiatan belajar, sopan santun kepada murid.

2.            Membiasakan murid agar terbiasa dengan karakter budaya positif  bersikap sopan santun kepada teman,guru dan orang tua.

3.      Membiasakan anak untuk selalu bersikap sopan santun dalam setiap perbuatan

 

 

Tolak ukur :

1.     murid mampu berdoa sebelum kegiatan belajar dimulai.  

2.     Murid mampu mengucapkan dan memberi salam kepada guru dan teman-teman saat tiba dan kembali di sekolah.

3.     Murid mampu mengucapkan kata-kata yang sopan dan melakukannya misalnya minta maaf saat melakukan kesalahan.

4.     Murid mampu menghormati siapa saja yang ada di lingkungan sekolah atau di lingkungan luar sekolah (masyarakat).

 

Linimasa Tindakan Nyata yang akan dilakukan :

1.         Mengadakan diskusi Lewat dewan guru meminta kerja sama rekan guru untuk membantu murid kelas 6 secara khusus dan seluruh murid secara umum dalam menumbuhkan karakter budaya positif seperti sopan santun.

2.         Setiap hari Senin ibadah bersama dari kelas 1 sampai kelas 6 menilai perilaku murid.

3.         Setiap memulaikan kegiatan pembelajaran diawali dengan berdoa.

4.         Sebelum pembelajaran di mulai guru mengingatkan tata cara perilaku sopan santun yang benar terhadap murid melalui pengalaman dan contoh perilaku yang baik.

5.          Guru menjadi teladan dengan memberikan contoh secara langsung dalam aktivitas dan kegiatan di sekolah sebagai manusia yang berperilaku sopan santun.

6.         Memberikan bimbingan,arahan dan konseling kepada murid secara berkesinambungan.

7.         Berkolaborasi dengan orang tua agar orang tua memberi teladan yang baik di rumah  sehingga murid dapat berperilaku sopan dan santun baik di sekolah maupun di rumah.

 

Dukungan yang dibutuhkan :

1.    Kepala sekolah (sebagai penentu kebijakan agar pembiasaan karakter sopan santun dapat terwujdukan)

2.    Rekan Guru dan Warga sekolah (sebagai teladan ketika anak berada di lingkungan sekolah maka diharapkan Rekan Guru dan warga sekolah untuk saling bekerja sama dan saling mengingatkan jika lalai dalam berbuat sopan santun.

3.    Orang tua (pembiasaan sopan santun pada anak dalam lingkungan keluarga yang di lakukan orang tua siswa).

4.    Masyarakat (lingkungan menjadi faktor utama dalam membentuk karakter anak, maka dibutuhkan lingkungan yang positif agar anak dapat terpengaruh untuk menjadi lebih baik)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar